Sampai Gugur Bintang Di Langit, Islam Tetap Dijunjung Tinggi

Salam Pembuka Kata

Followers

Visitor Counter

Wednesday, April 6, 2011

From Batu Kurau With Durians....

Assalamualaikum,

lama pulak aku tak updated blog..
maklumlah kena ke luar kawasan atas urusan kerja & terus balik kampung.

Nak diceritakan Kat kampung aku tengah musim durian sekarang. Alhamdulillah ada la rezeki jugak orang-orang kampung aku sebab harga durian sekarang agak mahal, sekitar RM4.50-6.00 sebiji, mungkin dikawasan lain buah durian tak menjadi.(tapi tak boleh lawan zaman aku kutip durian RM 8-9 sebiji).

aku tengok resit kebun aku yang dijaga oleh pakteh sahak around 1xxx jugak dalam seminggu. fuh, tu pun ada pokok yang buah banyak yang belum luruh. aku agak tahan lagi 2,3 minggu kot.

aku tak pasti golongan muda tahu atau tidak Durian Batu Kurau adalah Durian paling diminati dan terkenal. Golongan veteran selalunya cukup mengenali durian Kampung aku nih. Sehingga ada satu pepatah 'kalau takde dusun durian bukan orang Batu Kurau la...'

Dari kecil aku dan panjat dusun durian arwah ayah aku nih. So aku dah tahu selok belok sempadan tanah dengan dusun orang lain, Mana pokok yang menghasilkan buah yang baik, mana buah yang kecil, yang besar. Banyak la kenangan Dusun ni sepanjang aku membesar sampai sekarang.yang paling aku tak dapat lupa ditimpa buah durian. nasib kene kat badan jer..tu pun berparut sampai sekarang...

Tempat Istirehat @ Dango


Sebahagian Kebun aku

Kuda Tunggangan kesayangan ku..

Jerat Burung sapa pulak kat huming pokok aku nih...

Kalau muma tera, buah apa nih?


 
Ha..Ni Baru Orang Batu Kurau...


Psst: Terima kasih dan Alfatihah kepada Arwah Emak Dan Abah, Dizaman kecil Dahulu selalu membawa aku ke Dusun Pusaka keluarga ini. Insyaallah akan anak mu ini akan menjaga sebaik mungkin. 

Wednesday, March 30, 2011

Malaysia Temu Lebanon – Undian Pusingan ke-2 Kelayakan Olimpik

Debaran akhirnya terjawab selepas Malaysia akhirnya diundi bertemu Lebanon untuk perlawanan pusingan ke-2 kelayakan Olimpik London 2012.


Direktor Pertandingan Nasional AFC, Mr. Shin Man-gil diberi penghormatan untuk membuat undian tersebut dan Malaysia – Lebanon menjadi 2 negara terakhir yang akan bertemu antara satu sama lain pada 19 dan 23 Jun ini.

Berdasarkan ranking semasa Lebanon, mereka kini berada di ranking ke-169 dunia dan dijangkakan Malaysia tidak menghadapi masalah untuk ke pusingan seterusnya.

Lebanon mendapat tiket bye ke pusingan kedua berdasarkan pencapaian semasa mereka semasa pusingan kelayakan Olimpik 2008 di Beijing.

Psst: Harapannya Team Malaysia akan mempamerkan aksi yang mantap memperoleh kemenangan..tolonglah kembalikan kegemilangan bola sepak Malaysia....

Monday, March 28, 2011

Penghormatan Rakyat Yaman Kepada Tun M



SANA'A: It was Mohamed Ahmad's first day to Tahrir Square to join the anti-government protesters.

And the 28-year-old tailor outdid himself. He stuck a number of small Yemeni flags on his head and wore a protest bandana as a tie.

The tailoring business has been a bit slow of late because people are uncertain of what would happen in the future so they have been holding on to their money.
Anti-government protesters chanting slogans and holding up placards during a demonstration at Tahrir Square demanding the resignation of President Ali Abdullah Saleh in Sana'a, Yemen, yesterday.

So Mohamed decided to come to the square and sell anti-government bandanas, caps, stickers and the country's flags.

“The protests are outpourings coming from the heart. So people are buying all these things as keepsakes to remember the moment,” he said.

One of those with anti-government protest souvenirs is 29-year-old Marwan Amery.

“It is a youth revolution. We want to make Yemen just like Malaysia.

“In just 10 years, we have seen how Malaysia has developed rapidly economically, in education, finance, tourism, and industries.

“Malaysians have gone all over the world to study and have come to their country with good thinking and good ideas' to contribute.

“We have watched Malaysia blossom and we want that for our own future. Is that too much to ask,” he said.

Marwan believed Malaysians owed it to all Tun Dr Mahathir Mohamad, who during his 22-year tenure as Prime Minister, transformed Malaysia to the position it is today.


“Are Dr Mahathir Mohamad's ancestors from Yemen by any chance? Could they have come from Hadramont (in Yemen)? A lot of Malaysians have blood ties there,” asked a hopeful Marwan.

Yemenis as a whole have high regard for Malaysia and in particular Dr Mahathir.


Marwan wishes his own president, Ali Abdullah Saleh, who ruled Yemen for 32 years, would have done half as much for his country.

“Saleh has done nothing for us,” he said.

For him, Saleh and Libyan leader Muammar Gaddafi are two sides of the same coin.

“But at least Gaddafi is consistent so his people know what they are dealing with.

“But Saleh is sly. He says one thing and does something else and he changes his word all the time.

“I think if Saleh is left to continue, in the future he can be as brutal as Gaddafi has been to his people. That is why we must get him out now,” he said.

It has been seven weeks now since the anti-government protesters have camped out at the square with the aim of kicking their president out.

And they seem to be closer to reaching their goal as ministers, ambassadors, and key army figures have now backed their protest, after the March 18 deadly attack when snipers on rooftops, loyal to the regime, shot at unarmed protesters, killing 56 and injuring hundreds of others.

Amar Attam is also keen on seeing the end of Saleh.

He said all the concessions Saleh was trying to make now including an early exit, early elections, offers of a dialogue, making sure he hands over power to “safe hands” were pointless.

“He didn't do good in his younger years and ruling the country for 32 years ... So I don't expect him to change and do good now in his later years.

“He is a liar and a murderer. Why couldn't we have a president like Dr Mahathir Mohamad?”

When pointed out that Dr Mahathir had little tolerance for anti-government street protests, Amar retorted: “If we had a democratic country and a leader like Dr Mahathir who cared for his people and made sure the country and its people prospered, then we would have no need for street protests!”

Sumber-The Star

Psst: Bagaimana seorang Warganegara Yaman sanggup memuji Tun M? Rakyat Yaman mampu untuk menghargai sumbangan Tun kepada Malaysia, Bagaimana pula kita rakyat Malaysia? Suka atau tidak, Sumbangan Tun Adalah sesuatu yang patut kita hargai bersama.

Friday, March 25, 2011

Revolusi Lady Gaga.....?

Assalamualaikum,
tengah lepak2 sambil usha blog, jumpa pasal lady gaga komen pasal lagu dia kene band kat Malaysia kat ohartis.com. lagu born this way telah disunting kerana mempromosikan golongan gay dan lesbian.
Minah ni jugak menyeru golongan muda Malaysia mengadakan protest aman dan suara golongan muda didengar kerajaan. Amboi mak cik..bukan main hang no....



Mari dengar apa kata perempuan gaga ini..

Suruh Golongan Muda Protest pulak?

Lady Gaga, Please respect our custom, tradition & culture. If you think you cant respect that, please by all means don't come to our country. Again i remind you, please respect our trade.

Psst: Cik Lady Gaga, Gay & Lesbian tidak diterima dinegara ini....

Wednesday, March 23, 2011

Kayu Meranti & Merbau Hanya Ada Di Indonesia..?


Siak - Pemerintah Indonesia berkomitmen melakukan standar verifikasi legalitas kayu di mata dunia internasional. Ini sehubungan masih adanya keraguan dunia internasional akan hasil produksi kayu Indonesia.

"Indonesia sudah menerapkan standar verifikasi legalitas kayu dan standar legalitas perdagangan kayu mencegah terjadinya illegal logging. Indonesia tidak akan bisa berdiri sendiri untuk memberantas illegal logging tersebut," kata Menhut Zulkifli Hasan dalam acara penanaman pohon trembesi yang diprakarsai Kantor Berita Antara, Selasa (22/03/2011) di Kabupaten Siak, Riau.

Komitmen legalitas perdagangan kayu ini, kata Zulkifli, sangat penting dilakukan yang tentunya bekerjasama dengan dunia internasional. Dalam hal ini, Indonesia sudah bekerjasama dengan Amerika Serikat, Australia, Cina, dan Eropa untuk melihat dengan jelas legalitas kayu tersebut. Selain itu, Indonesia tidak lagi mengekspor jenis kayu primer (hutan alam).

"Saat ini yang kita ekspor hanya kayu-kayu dari jenis hutan tanaman. Misalnya, sengon dari Jawa yang produksi tanamannya sekarang surplus. Jadi kayu yang kita ekspor tersebut tidaklah dalam kategori tebangan dari hutan alam," kata Zulkifli.

Kerjasama dengan dunia internasional soal perdagangan legalitas kayu ini, kata Menhut, sangat penting untuk melihat asal kayu tersebut. Misalkan saja, jika negara-negara Eropa, Amerika, Australia dan Cina menerima jenis kayu Meranti, Merbau yang diklaim dari Malaysia, maka hal itu jelas ilegal.

"Kalau ternyata Malaysia menjual jenis kayu tersebut, jelas itu merupakan perdagangan ilegal. Karena jenis kayu Meranti dan Merbau hanya terdapat di negara kita. Inilah penting kerjasama tersebut. Namun dalam kerjasama ini, kita belum melakukan kerjasama dengan Malaysia dan Singapura," kata Zulkifli.


Terkait legalitas kayu tersebut, saat ini PT Mutuagung Lestari sebuah lembaga yang mengeluarkan sertifikasi yakni, Pengelolaan Hutan Prouksi Lestari (PHPL) dan Verfikasi Legalitas Kayu (VLK). Lembaga ini hadir berdasarkan Permenhut No P.38/Menhut-II/2009 pada 12 Juni 2009.

"Perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikat PHPL berdasarkan skema Permenhut adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper pada 20 Oktober 2010. Disamping itu masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen dalam pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan, serta menjamin legalitas kayu sebagai bahan baku industri kehutanan," kata Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari, Arifin Lambaga kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Mulia Nauli mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu memenuhi standar sertifikasi yang dipersyaratkan dalam pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari dan berkelanjutan. Hal ini termasuk di dalamnya sertifikasi legalitas kayu.

"Kami juga mendukung upaya pemerintah yang mendorong agar standar SVLK (Standar Verifikasi Legalitas Kayu) dapat diakui secara internasional. SVLK merupakan salah satu langkah penting untuk pengelolaan hutan lestari, untuk menekan pembalakan serta perdagangan kayu ilegal. Selain itu untuk meningkatkan kredibilitas produk industri kehutanan Indonesia, agar dapat bersaing secara fair dalam perdagangan internasional," jelas Mulia.

Psst: Tak habis2 pasal klaim ke geng2 indonesia nih? Agak2 Pulau Meranti (Selangor) & Lubuk Merbau (Perak) tu kat mana hah?